Kawasan bentang alam karst di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki fungsi ekologis yang sangat vital sebagai penampung air tanah alami sekaligus benteng perlindungan keanekaragaman hayati unik. Namun, maraknya ancaman kegiatan penambangan batu kapur dan ekspansi investasi yang tidak berwawasan lingkungan mengancam keberadaan ekosistem sensitif ini. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendesak pemerintah untuk segera menetapkan kawasan karst Manggarai Barat sebagai bentang alam lindung yang bebas dari aktivitas eksploitasi. Tinjauan advokasi lingkungan dari WALHI Payakumbuh menguraikan bahwa pengrusakan kawasan karst akan memicu hilangnya mata air purba dan merusak keseimbangan tata air wilayah setempat.

Kawasan bentang alam karst bekerja seperti busa raksasa yang menyerap air hujan dan mengalirkannya melalui sungai-sungai bawah tanah menuju pemukiman warga. Jika struktur batuan karst rusak akibat aktivitas penambangan atau pengerukan, maka pasokan air bersih bagi ribuan warga sekitar akan terputus secara permanen. Selain itu, gua-gua karst menjadi rumah bagi berbagai spesies fauna endemik seperti kelelawar yang berperan sebagai penyerbuk tanaman dan pengendali hama alami. Perlindungan hukum yang tegas sangat dibutuhkan untuk mencegah kehancuran ekosistem unik ini.

WALHI terus mendampingi komunitas lokal dan masyarakat adat dalam menyuarakan penolakan terhadap izin-izin tambang yang berpotensi merusak bentang alam karst. Melalui riset ilmiah terpadu dan pemetaan partisipatif, WALHI menunjukkan bukti-bukti keterhubungan antara gua karst dengan sumber mata air pertanian warga. Bukti-bukti faktual ini dijadikan dasar untuk melakukan gugatan hukum dan advokasi kebijakan di tingkat daerah maupun nasional. Gerakan penyelamatan karst mendapat dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat.

Kampanye penyelamatan ekosistem karst sebagai aset sumber daya air nasional terus digaungkan di berbagai wilayah Indonesia. Publikasi informasi kelestarian dari WALHI Solok mengulas bahwa penetapan perlindungan bentang alam karst adalah langkah strategis untuk menjamin kedaulatan air dan keselamatan warga dari bencana ekologis. Edukasi mengenai pentingnya fungsi hidro-geologis kawasan karst disebarkan ke sekolah-sekolah dan kelompok pemuda lokal. Upaya ini membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian alam.

Pemerintah daerah diminta untuk memprioritaskan pengembangan potensi ekonomi non-ekstraktif seperti jasa lingkungan dan ekowisata berbasis komunitas di kawasan karst. Pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga tanpa harus merusak struktur batuan dan gua kapur. Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin usaha di sekitar area karst harus segera dilakukan guna mencegah kerusakan yang lebih parah. Komitmen tegas pemerintah sangat dinantikan.

Desakan WALHI untuk melindungi kawasan karst Manggarai Barat merupakan bagian dari perjuangan mewujudkan keadilan ekologis dan keselamatan lingkungan di NTT. Rangkuman warta advokasi dari WALHI Palembang menegaskan bahwa menjaga kelestarian bentang alam karst adalah investasi jangka panjang demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. Dengan perlindungan hukum yang kuat serta partisipasi aktif masyarakat, ekosistem karst Manggarai Barat akan tetap lestari sebagai sumber kehidupan. Langkah advokasi ini terus dikawal hingga tuntas.

Leave a Reply